40% Imbal hasil per unit gejolak — CAGR dibagi gejolak tahunan.
Menghukum emiten yang naiknya besar tapi jalannya brutal.
25% Ketahanan saat jatuh — kebalikan dari jatuh terdalam.
Menghargai emiten yang tidak pernah membuat pemegangnya menyerah.
20% Momentum 1 tahun — arah terbaru, bukan hanya sejarah lama.
15% Skala & likuiditas — logaritma kapitalisasi pasar.
Emiten kecil lebih mudah terguncang dan lebih sulit dijual.
Tiap komponen dinormalkan jadi skor-z terhadap 30 emiten ini, lalu dijumlah berbobot. Nilai + berarti
di atas rata-rata kelompok, − di bawahnya. Karena berbasis skor-z, skor selalu relatif terhadap
emiten yang sedang tersaring — bukan nilai mutlak.
Yang tidak dilihat skor ini sama sekali: valuasi (PER, PBV), pendapatan dan laba, utang, arus kas,
kualitas manajemen, tata kelola, risiko regulasi, dan konsentrasi pelanggan. Semua itu justru sering
menjadi penentu — dan tidak ada satu pun di dalam data harga. Papan skor ini adalah penyaring awal,
titik mulai riset, bukan kesimpulan.
Bisa dibeli dari Indonesia? Lencana AS = melantai di NYSE/NASDAQ,
paling mudah lewat broker global. ADR = ada di OTC Amerika, likuiditasnya
jauh lebih tipis dan selisih harga jual–beli lebar. HK = lewat bursa Hong Kong.
Lokal = hanya bursa asalnya — A-share China dan KRX Korea umumnya
di luar jangkauan ritel Indonesia. Skor tinggi tidak ada gunanya kalau sahamnya tidak bisa Anda beli.